Hasil Hutan Non Marketable... apa itu?
Oleh : Munandar *)
Dalam konteks kekinian, dimana tuntutan land reform semakin kuat dan mulai
memakan korban jiwa seperti di Mesuji Lampung dan Sumatera Selatan, konsep non
market perlu mendapat perhatian. Pandangan yang berkembang di masyarakat
mengarahkan pada produktivitas bahan pangan.
Konsep Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan
Suatu kawasan hutan
selain sebagai sumberdaya penghasil kayu sering dinilai rendah (undervalued). Walhasil, hutan pada posisi menjadi target
pengalihan fungsi. Kawasan hutan dipandang akan lebih memberi manfaat ekonomi
manakala diubah menjadi perkebunan atau pertanian. Nilai ekonomi
sumberdaya hutan baru disadari bilamana
semakin langka keberadaannya dan kesejahteraan manusia menjadi terganggu. Nilai
sumberdaya hutan yang tersebunyi (implisit),
dalam arti jika ia dibiarkan
manfaatnya tetap mengalir bagi manusia. Sayang nilai ini belum banyak terungkap
secara memuaskan. Hutan memiliki nilai-nilai ; ekonomik,
intrinsik, budaya maupun estetika. Nilai–nilai
tersebut, menurut Fauzi (2004), hutan
tidak saja memberikan manfaat pada saat ditebang ( manfaat eksploitasi) namun juga banyak memberikan manfaat tatkala
sumberdaya ini dibiarkan (manfaat
konservasi).
